Belajar kehidupanĀ dariĀ atlet

July 23, 2009 § 3 Comments

Kawan-kawan,

mari kita belajar tentang karakter dari atlet.

Atlet adalah manusia-manusia yang terbiasa mengejar kesuksesan. Atlet adalah orang-orang yang kompetitif. Mereka terbiasa berkompetisi, dan mereka justru berkembang berkat kompetisi itu.

Tengoklah sebuah pertandingan olah raga, ada yang menang, ada yang kalah. Kalau seseorang kalah, dia tidak bisa mundur begitu saja, dia akan tetap berusaha, berjuang, berlatih dan pada akhirnya bertanding lagi untuk berusaha meraih kemenangan. Kalau seseorang menang, ia tahu bahwa ia harus tetap berlatih agar dapat mempertahankan kemenangan itu pada pertandingan selanjutnya. Orang yang menang akan bahagia, puas, dan merasa hasil kerja kerasnya terbayar. Orang yang kalah akan sedih, kesal, marah, namun harus tetap menerima kekalahan itu; pada akhirnya dia sadar bahwa dia harus berlatih dan berusaha lebih keras untuk meningkatkan prestasinya. Ia akan memusatkan perhatian ke depan. Untuk yang menang dan yang kalah, tidak ada kata selesai, yang ada hanya pikiran “apa yang akan kukejar selanjutnya?”

Sudahkah kita menerima kekalahan kita? Bisakah kita menjadikan kekalahan itu sebagai motivasi itu untuk lebih baik lagi?

Sudahkah kita fokus dengan kemenangan kita? Bisakah kita menjadikan kemenangan itu sebagai motivasi itu untuk lebih baik lagi?

Sesudah menang atau kalah, mereka akan berlatih lagi, mereka akan ikut pertandingan lainnya, dan mereka akan menghadapi tekanan sebuah kompetisi dan mereka berkali-kali lagi akan keluar sebagai orang yang menang atau kalah.

Kawan-kawan bisa lihat sendiri, betapa dalam kehidupan olah raga menang atau kalah itu pada tataran makna yang lebih dalam, pada esensinya adalah sama. Berusaha lebih baik lagi.

Atlet adalah pribadi yang dewasa. Mereka mungkin menangis sedih bila kalah, atau menangis bahagia bila menang. Tapi setelah tiap poin terakhir, setelah tiap garis finish yang terlewati, setelah tiap medali atau piala yang diserahkan, pihak yang tadinya berlawanan akan bersalaman. Yang kalah akan mengucapkan selamat, yang menang akan mengucapkan terima kasih atas permainan yang ditampilkan.

Atlet adalah orang-orang yang sejak dini terbiasa hidup dengan tekanan. Semua pelatih akan bilang, “Harus bisa!”. Kalau orang yang hanya olah raga untuk hobi akan menyarankan, “sekuatnya saja!”, maka kata-kata yang ada di telinga atlet adalah “harus bisa!”. Mentalitas “harus bisa” ini merupakan suatu aset untuk karakter seorang atlet.

Atlet adalah orang-orang yang bermental baja. Pernahkah kawan-kawan berdiri sendirian di tengah lapangan dengan raket di tangan menghadapi lawan, dan suporter lawan menyoraki gembira kesalahan anda, dan berteriak mengejek poin anda? Wah, percayalah kawan, itu adalah perasaan yang amat sangat tidak enak. Bukan saja orang lain tidak mendukung, tapi orang lain berusaha menjatuhkan mental anda. Tapi seorang atlet akan tetap berjuang sampai pertandingan selesai. Seorang atlet akan cuek saja dengan suara-suara yang memang bermaksud menurunkan semangatnya.

Atlet adalah orang-orang yang selalu meminta pertolongan Tuhan. Tentu usaha mereka sendiri tidak akan pernah cukup dan tidak akan pernah menenangkan hati.

Atlet adalah orang-orang yang terbiasa hidup dengan target. Mereka terbiasa untuk mengatakan “saya ingin lebih cepat/lebih kuat/lebih berprestasi”, dan mereka tidak harus minta maaf ke orang lain karena menginginkan sesuatu. Mereka harus punya target, karena target itu membuat mereka fokus dan bisa mengukur kerja keras dan usaha mereka dalam menggapai target itu.

Orang yang “menjalani hidup apa adanya, mengalir saja” tidak akan pernah menjadi atlet sukses, dan selama seseorang masih menjalani kehidupan sebagai atlet ia tidak akan bersikap “menjalani hidup apa adanya, mengalir saja”. Ia yang menentukan arus dan arah alirannya.

Atket adalah orang yang berani punya visi dan cita-cita.

Jadi, mari kita renungkan seandainya ada pelajaran yang bisa kita petik dari para atlet, dan betapa mereka berhak mendapatkan penghargaan dan penghormatan kita.

Multatuli,, https://freedocere.wordpress.com

Where Am I?

You are currently viewing the archives for July, 2009 at Docere.