dari bidadari penyair

November 26, 2008 § Leave a comment

…lalu kita tertawa

sempat pula kita menangis

dari jiwa yang bertemu lahirlah cerita

pada lebih dari 2000 kali pergantian matahari

dan hampir 200 jiwa berbeda yang melayang bersama

kita bertemu, bukan sekedar untuk berpisah

kenangan manis, diantara tangis

bidadari penyair yang menuliskannya pada larik pelangi

tersimpan di langit

ada terbaca tiap kali kita menengadah

sibakkan bintang, sibakkan kelam malam

saat menatap ke arah surga

di sana aku selalu ada

**

Ini puisi perpisahan angkatan 2001 yang ditulis Almh. Diya Arafah. Luar biasa, seperti yang sempat kukatakan padanya, aku sangat suka tulisan ini.

Dan tiba-tiba saat ini, saat aku kehilangan teman baikku, tercampakkan, kebingungan, puisi ini datang pada saat yang tepat, memberikan pesan harapan, atau justru jeritan kehilangan.. Entah. Di saat kesakitan pun aku mencari ketenangan dalam keindahan..

Advertisements

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading dari bidadari penyair at Docere.

meta

%d bloggers like this: