pain and beauty

January 18, 2007 § Leave a comment

John Ruskin, a London artist born in 1819, described the twin purposes of art: to make sense of pain and to understand the sources of beauty.
Here, art is in the “why we do things” instead of “how we do things”. Moreover, if we break the ground on why we choose things to do, we can get to these conclusions. That music is art. Writing is art. Being a doctor is art. Traveling and connecting with people is an art.
Music is my way to understand pain and beauty. Music transforms pain into beauty. Music speaks up the pain and beauty. Music is not just tracks you sing along with. For me, the more substantial part is the experience that produces the music.
Writing for me is an irreplaceable activity. I understand myself through writing. I explore myself through it as I become constantly aware of my own thoughts and feelings and always have the urge to capture them with words.
For me being a doctor is all about the spirit of the job. Of course the intellectual challenge of medical science is always interesting. But I find pain caused by diseases here and there, and yet, if paying enough attention, I still manage to also acknowledge beauty of life and the human spirit. And that approach, to see pain and beauty, is purely art, not science.
The only thing that resonates with art for me is the sense that we feel something so strongly. Because it’s a feeling that lies deeply in your heart, it’s personal.

Kapan kamu bilang hidup ini indah?

January 6, 2007 § 4 Comments

Kapan kamu harus bilang bahwa hidup ini indah?

Kamu harus bilang hidup ini indah saat kamu mengalami kesusahan. Saat kamu sedih, kamu patah, kamu hancur. Saat itulah kamu harus berusaha mencari apa yang bisa membuatmu tersenyum lagi supaya kamu bisa tetap hidup tanpa merasa terlampau kesakitan. Kamu akan terpaksa bilang, "Setidaknya aku masih punya…". Punya apa? Punya siapa? Kalau aku, aku akan bilang bahwa aku bersyukur masih punya kehidupan, keluargaku, sahabat-sahabatku, dan harapanku. Masih ada kamu. Kamu yang masih bisa mengingatkanku bahwa hidupku ini indah sekali.

Kadang kita terlalu sombong untuk menerima keindahan. Sesekali kita takut bahagia, karena mendapat sesuatu yang terlalu indah, sampai kita tidak yakin bahwa itu adalah hadiah dari Yang Di Atas untuk kita, bagian dari Cinta yang sudah menjadi hak kita, supaya kita bisa meneruskan Cinta dan Kebahagiaan itu untuk orang lain. Kita takut bahwa kalau saat ini kita bahagia, kita akan merasakan pedih yang kelewat menyakitkan sebagai tebusannya; jadi kita enggan sepenuhnya merasakan kebahagiaan itu. Aku ingin kamu tahu, bahwa hal semacam itu tidak rasional, kepercayaan yang destruktif, tidak usah kamu percaya. Kamu lihat aku, kamu harus percaya padaku, aku belajar tentang hal ini dari orang lain dan sejak saat itu aku berjalan dengan keyakinan semacam ini. Bahwa semua Cinta berasal dari Tuhan, dan kita hanya berkeliaran di dunia dengan serpihan-serpihannya, memberikannya pada yang membutuhkan. Apa yang kita berikan pada dunia akan kembali pada kita, Insya Allah.

Aku selalu membuat daftar kebahagiaan. Dan kamu ada di dalamnya. Aku ingin kamu di daftar itu selamanya. Kamu tidak perlu takut kalau suatu saat kita harus berpisah; kamu sudah memberi terlalu banyak buatku, dan aku harap aku juga telah memberimu sesuatu yang bisa membuatmu bahagia hanya dengan mengingatnya.

Kamu harus percaya. Kamu harus percaya bahwa hidup ini indah, dan bahwa kamu tidak harus menjalani takdirmu dengan rasa sakit. Kamu tidak harus sendirian menjalani semuanya. Kadang kamu harus membiarkan orang lain masuk ke dalam hidupmu dan melengkapinya. Mungkin membuka pintu-pintu baru untukmu. Mungkin membuatmu belajar hal-hal baru yang selama ini tidak pernah muncul dalam pikiranmu. Mungkin menunjukkan jalan yang selama ini dimaksudkan Tuhan untukmu, tapi terlalu takut kamu jalani karena kamu merasa sendirian. Kamu harus percaya bahwa aku di perjalanan ini bersamamu. Bahkan saat kita terpisah ribuan kilometer. Bahkan saat kita hanya bisa berkomunikasi dengan email. Bahkan saat yang bisa kita lakukan hanyalah memikirkan satu sama lain. Di saat-saat seperti itu, aku menjalani mimpiku, kamu menjalani mimpimu, tapi kita selalu di perjalanan yang sama.

Semua dengan keindahan menyimpan percikan dari sesuatu yang jauh lebih besar. Simpan percikan itu untukmu sendiri supaya kamu ingat kamu telah menerima Cinta dan Kebahagiaan, dan biarkan percikan itu menyalakan api dalam hatimu, supaya kamu bisa selalu memberi kehangatan untuk orang-orang di sekelilingmu. Biarkan mereka melanjutkan pengalaman ini.

Dan sekarang, kamu tahu sebagaimana aku tahu, bahwa kalau ada pengkhianatan, bahwa saat kita dicurangi atau disakiti, kita punya satu sama lain. Buatlah aku mengingat Tuhan, buat aku mengingat apa yang penting, apa yang kumiliki, apa yang menjadi tujuan hidupku. Dan dalam keadaan seperti itu, aku masih bisa bilang bahwa hidup ini indah. Karenamu.

RaTu. Semarang, 6/1/07. Untuk sahabat-sahabatku: Ulfa, Ipan, Ang Gie, Spiderman, dan Mel.

Insya Allah berangkat ke Belanda akhir Januari

January 6, 2007 § 3 Comments

Maaf banget! Selama ini aku pikir aku ngga mau terlalu memaparkan rencana kegiatanku, karena malu, dan ngga enak, dan ngga mau dikatain sebagai anak sombong. Tapi…justru sebaliknya, karena aku diem-diem aja malah sama seorang temen dikatain sombong, dan dia bilang "Idih, emangnya (Mba) Ajeng kira dia terkenal banget apa, semua orang udah tau dan dia ngga ngabarin temen-temennya!". Jadi, mempertimbangkan hal di atas, aku memutuskan untuk go public di blog ini, dengan maksud untuk silaturahmi dan ngasi kabar terbaru ke temen-temen semua.

OK, mungkin semua udah pada tau kalo aku cuti dari stase Kulit bulan ini. Cuma aku ngga pernah bilang buat urusan apa. Dan sekarang aku bilang. Bulan lalu, aku ikut seleksi untuk beasiswa kursus di Belanda. Beasiswa ini Cuma untuk satu orang dari angkatan yang berbeda tiap tahun, dan tahun ini jatahnya angkatan 2002. Seleksinya dilakukan oleh dr. Hussein dan Prof. Djoko dari bagian Penyakit Dalam RSDK. Awalnya ngirim CV, trus abis itu wawancara bahasa Inggris; syarat lain harus udah stase di Penyakit Dalam atau Anak. Dan Alhamdulillah, rejekiku, aku lolos seleksinya, dan Insya Allah berangkat ke Belanda akhir Januari ini, dan di sana sampe akhir Mei. Ada 2 orang dari Indonesia yang diundang, dan satu orang lagi adalah mahasiswa FK Unpad. 

Program kursus tahun ini beda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2005 lama programnya 2 bulan. Tahun lalu lamanya 3 bulan. Dan tahun ini 4 bulan. Kegiatan ini sebenernya bagian dari kuliah mahasiswa kedokteran Radboud University, dan mereka mengundang beberapa mahasiswa dari negara tropis karena tema yang akan dipelajari adalah infeksi tropik dan kesehatan masyarakat internasional. Dan tahun ini, lama kursus yang 2 bulan masih ditambah kegiatan "internship" (apa ya… magang? Tapi sebenernya disebut magang juga kurang tepat karena nanti kita ga bener2 kerja, Cuma observasi dan ikut kegiatan pembimbing kita di rumah sakit) selama 2 bulan juga.

Yah, waktu itu emang ada euforia sesaat waktu dikasi tau kalo aku yang diterima. Tapi, seperti biasa, manusia selalu berkeluh kesah (eitss… sebenernya aku ngga berkeluh kesah, tapi waspada terhadap segala kemungkinan…) dan aku agak tegang juga waktu sadar bahwa program tahun ini 4 bulan! Tahun lalu aku tinggal di Eropa 2 bulan dan itu udah cukup melelahkan (emang sih, ga bisa dibandingin karena taun lalu aku sampe pindah kota dan negara 9 kali dalam 2 bulan), gmana kali ini yang dua kalinya… Terus, ini artinya aku bakal ninggalin kegiatan kepaniteraan senior di RSDK selama 6 bulan! Serem juga sih, aku ngga pernah "ketinggalan", dan aku ngga ngerti ntar rasanya bakal gmana, saat semua temen2 udah wisuda dokter aku masih harus jalanin 6 bulan stase… Nyokap langsung menceramahi aku: aku mesti inget bahwa aku udah berdoa dan berusaha untuk hal ini selama 4 tahun dan aku harus siap dengan segala konsekuensinya. Iya sih… Dan kemudian aku mulai menenangkan diri, merenung dan akhirnya bisa lebih PD. Ini adalah PETUALANGAN!!!

Mohon maaf buat yang merasa aku sombong karena aku ngga cerita-cerita lebih awal; maupun buat yang merasa aku sombong karena cerita-cerita tentang hal seperti ini. Aku mohon doanya, semoga lancar dan dimudahkan di perjalanan maupun selama kursus. Dan moga2 banyak ilmu yang bisa dibagi ke semuanya kalo balik ntar. Dan makasih banget buat semua yang udah dukung dan doain aku selama ini, yang selalu ada saat aku jatuh bangun selama aku di kedokteran maupun saat aku mengusahakan dan memimpikan beasiswa ini sejak bertahun-tahun yang lalu. I love you all!!!

2 Januari 2007

January 2, 2007 § Leave a comment

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah banget hari ini aku udah mulai cuti (lho… cuti kok alhamdulillah ya… hehe). Bahkan, untuk lebih menghayati peranku sebagai koas yang sudah mulai cuti, aku hari berkeliaran di rumah sakit tanpa jas putih maupun tanda pengenal dokter muda. Gila… rasanya itu loh, bebas banget. Tanpa beban, tanpa tanggung jawab. Ini baru cuti, gmana rasanya kalo lulus yah… Tapi ini emang saatnya memulai periode baru dalam hidupku. Walau bagaimanapun, ini 2 Januari 07, saat yang tepat untuk memulai hal-hal baru.

Tadi pagi banget nongkrong di Bagian Kulit untuk membatalkan keterlibatanku sebagai koas di bagian tersebut. Abis itu nunggu dan akhirnya ketemu Pak Anon, Yth. Pembantu Dekan I untuk mengajukan permohonan cuti, terus lanjut dengan ngurus jadwal cuti dan stase ke bagian akademik. Abis itu… maunya sih ke bagian Kulit lagi, ngasi surat keterangan dari akademik bahwa aku sudah secara legal mengajukan cuti dan disetujui PD I. Tapi di tengah jalan urung karena ketemu seorang temen baikku, dan kita kangen-kangenan karena sejak 30 Desember 2006 belum ketemu lagi (biasanya ketemu tiap hari sih…) jadi aku membuntuti dia sembari ngobrol sampai ke Poliklinik THT. Terus… aku balik lagi ke bagian Kulit, nyerahin surat tadi, dan lanjut ke kantor nyokap, ngetik surat keterangan. Terus ke CENTRID FK Undip lagi, ngambil surat keterangan lain. Dan ke Dekan, minta tanda tangan untuk surat keterangan yang tadi aku ketik. Abis itu ke Bank Mandiri RSDK untuk minta surat keterangan juga.

Dari RS aku melaju ke Telkom untuk bayar tagihan internet (teknologi sialnya memang mahal). Trus… pulang. Sore ketemu dengan Happy untuk sharing-sharing informasi tentang pengalaman belajar dia tahun lalu.

Malem, setelah Magrib aku mulai gelisah. Pusing juga, abis jadi koas Penyakit Dalam selama 2 bulan terus tau-tau cuti. Transisi yang kelewat besar: aku jadi ngrasa nganggur banget. Jadi koas Penyakit Dalam tuh kayak punya full-time job. (INTERMEZZO: sebenernya aku cuti juga karena bulan ini bakal sibuk ngurus sesuatu, tapi kesibukan itu belum dimulai hari ini, jadi emang sementara kesannya jadi pengangguran begini). Jadi aku telpon sobatku selama setengah jam, NGOBROL, lagian udah lama gak curhat-curhatan ama dia. Terus, aku lanjutin telpon sobatku yang lain kali ini selama 1 jam, NGOBROL, karena seru aja ngobrolin hal ga penting ama dia. Nyenengin banget.

Yang penting, selalu berusaha (BERUSAHA!) menikmati apapun yang sedang kita lakukan. Cuti. Koas. Kuliah. Apapun itu… Live it, try to love it.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for January, 2007 at Docere.