considerations

May 29, 2006 § 2 Comments

I’ve been thinking about switching the blog language to english. except for the indonesian poems, of course.
What do you guys think?

Advertisements

Conversations about SEX

May 27, 2006 § Leave a comment

Conversations about SEX

Ae is my friend in a workcamp. She’s a volunteer from Korea.

Ae: Is it true that Muslims can’t have sex before marriage?

Ajeng: Yes

Ae: (looking amused) Then how do you deal with wanting to have sex?

Ajeng: Well… (thinking for a bit) It’s always been forbidden. That’s how it is in our religion. It’s not something that we think about a lot. We accept that sex is only after marriage, so we don’t really think about sex. Sex is not a big deal in life of most Muslims, I guess. We’re gonna have it when it’s time anyway, no rush.

Ae: What about compatibility?

Ajeng: Of the sex partners?

Ae: You only found out after you got married right? That will be the first time? What if the sex is not good or something like that?

Ajeng: (thinking)… I think, because in general, we don’t know what it’s like until the first time, we don’t have much expectation about “the perfect sex” or what kind of "great sex" we want. We don’t judge or rate the sexual activity with our partner, because it’s the only sexual activity that we’ll ever have, so we can’t compare it with anything anyway! Sex is basically not THAT important before we get married. We have a lot of other things that we think about. Sex before marriage is a bad thing and there’s social judgment and punishment from family and people around you.And, here in Indonesia it’s not just Muslims who practice sex after marriage. People from other religions do the same thing, although I don’t know how it’s regulated and how many of them are like that.

Ae: (trying to digest this… and trying to understand)

Celia is my Spanish friend. I met her during my workcamp in Napoli, Italy. She lives in Madrid with her family and had just visited her boyfriend in Moscow, who’s russian.

Celia : Wait. So you can’t have sex before marriage?

Ajeng : No. Muslims can’t have sex before marriage.

Celia : Really? (looked very surprised)

Ajeng : Yes. (looked very calm. smiling)

Celia : Wow. Ajeng : Yeah. Celia : So. What can you do then?

Ajeng : It’s quite diverse among Muslims ourselves. Some people have very strict limitations about physical contact. Others don’t really mind the close physical contact. What I do is probably different from many people. But it’s a private form of our obedience to our faith. There are rules. But how far people choose to follow the rule, is their own decision.

Celia : I see.

Ajeng : We have the urge too, you know. We just don’t think too much about it. Celia : Wow. It’s hard then.

Ajeng : …

Celia : And you must also be with somebody who’s also like that.

Ajeng : Yes. But it’s a general thing, no sex before marriage, so it’s not so difficult.

All this talk is done in a very casual way, without me trying to convert them or anything like that. This talk is basically about my friends wanting to know more, and me trying to explain as best as I could from my personal point of view. I’m amused by the fact that they’re wondering how we go along with this "no-sex" thing. It’s almost like someone told them that they can’t EAT until they got married. But we simply don’t think too much about it.

atheis…

May 17, 2006 § 1 Comment

budah lama aku pengen baca buku karangan achdiat K. ini. Tapi setelah ketemu seorang temen, baru inget lagi tuk baca. bagus. Yang aku suka adalah bahwa setelah 50 tahun lebih sejak buku ini ditulis (1949), masalah dalam buku ini masih relevan. sebenarnya, ini nunjukin bahwa keimanan adalah masalah aktual dalam perjalanan hidup tiap manusia. atheisme, adalah hal yang bisa dikatakan subklinis di negara kita. temenku bilang bahwa sekarang orang (di Indonesia) sudah jauh dari atheisme. menurutku, nggak. Banyak orang yang sudah meninggalkan Tuhan dan dalam proses untuk tidak mengakui eksistensi Tuhan. Tapi karena ini hal yang secara sosial tabu banget, ga banyak yang berani ngungkapin bahwa mereka ga percaya Tuhan. aku sendiri selama ini udah banyak ketemu dan ngobrol dengan orang-orang yang menyatakan ngga percaya bahwa Tuhan. aku udah lumayan familier dengan hal-hal yang dikatakan Rusli di buku ini. Tapi ini jenis buku yang aku sebut bagus, karena membuat kita berpikir. Buku yang bagus adalah teman yang baik, dan teman yang baik (bukan asik) juga membuat kita berpikir. Kita ga disuruh menelan mentah-mentah semua argumen pro-atheisme Rusli. Kita juga ngeliat perjalanan batin si Protagonis, Hasan, dari seorang yang taat, menjadi atheis, dan kemudian kembali jadi seorang yang beriman. Hasan ga bisa mengintegrasikan agamanya ke dalam kehidupan sehari-harinya, dan menurutku itu kenapa dia akhirnya milih untuk meninggalkan agama. I enjoy this book.

ATHEIS

May 9, 2006 § Leave a comment

cuma curhat, kalo aku lagi baca ATHEIS, karangan… aduh, lupa ik. Bener-bener klasik. Walau ditulis tahun 1949, sampe sekarang buku ini masih relevan. Buat manusia-manusia di persimpangan jalan, buku ini menarik. Tapi aku bahas ntar aja, kalo ada waktu buat komentar lebih banyak.
Makasih banyak buat Tatag yang udah minjemin buku ini dan Ica yang udah bikin aku pengen baca buku ini.

bicara soal berpikir

May 9, 2006 § Leave a comment

Malem
ini aku baru aja ngobrol panjang ama temenku (hello “Rixa de Java”,
do you read this???). tentang banyak hal. Temenku ini spesial buatku,
karena dia tau banyak hal yang bukan bidangku. Jadi nambah ilmu kalo
ketemu ma dia. Dan aku nyambung kalo ngomongin soal hal-hal serius
ama dia (biasa lah… cinta, agama, Tuhan, dan ide-ide abstrak
lainnya). Dia punya aktivitas yang juga sering aku lakuin: berpikir.

Berpikir
bukan sekedar konsekuensi logis dari keberadaan otak manusia.
Berpikir adalah sebuah pilihan; kegiatan; proses; perjalanan;
petualangan.

Dan
ironisnya kalo lagi bareng dia, aku jadi inget apa yang kadang bikin
aku ngrasa “terisolasi” di FK.

Aku
jarang nemu temen yang punya ketertarikan ke hal yang sama denganku
(cinta, agama, Tuhan, dan ide-ide abstrak lainnya) di kampus. Dan
kalo akhirnya nemu, biasanya aku langsung ajak ngobrol banyak, tukar
pikiran. Emang sepertinya semua anak FK sibuk dengan kuliah dan
kegiatan masing-masing, dan aku PENASARAN kenapa sampe sekarang belum
nemu temen FK yang pilihan bukunya mirip denganku.

Ini
sekaligus undangan terbuka buat siapapun yang suka diskusi soal buku
dan pemikiran.

Dan ada
masalah lain: diskusi dengan temen yang tidak bisa diajak diskusi,
sama sekali bukan diskusi. Apa gunanya kalo kita pengen didenger dan
dengerin, tapi justru malah diindoktrinasi satu arah, tanpa kebebasan
untuk mempertanyakan hal yang kita terima. Aku jera dengan situasi
begini. Apa aku harus pergi jauh dulu, ke Paris, Roma, Napoli, dan
Madrid, ketemu dengan temen-temenku di sana untuk sekedar menikmati
sebuah diskusi? Ada sense of fulfillment, kepuasan batin, yang bisa
didapet dari proses diskusi yang sehat. Dan selama ini, kepuasan
tinggi cuma kudapet kalo aku ngobrol ama segelintir temen dan
nyokapku (my mum is more like my intellectual partner).

Aku ga
berusaha membuat batas dengan orang lain : bahwa aku beda dan kalian
ga bisa memahamiku. Aku justru berusaha ngajak orang lain untuk
seneng diskusi dan mikirin hal-hal yang ga gampang dijamah.

READ
BOOKS. LISTEN. LEARN NEW THINGS BEYOND YOUR DAILY WORK. THINK, AND
TALK TO OTHERS ABOUT YOUR THOUGHTS.

sempurnanya kita tidak sempurna

May 9, 2006 § Leave a comment

Bila
cinta adalah kekosongan yang kemudian terisi,

maka
kamu adalah cinta bagiku.

Dan
saat cinta kita ada, semua lebih sempurna;

aku
sangka cerita kita tentang cinta telah sempurna.

Tapi
asumsi manusia tentang kesempurnaan hanya ilusi yang menyakitkan.

Ada
kamu, aku, dan cinta kita.

Dan
ada manusia-manusia lain dalam kehidupan kita.

Karena
merekalah, sempurnanya kita tidak pernah sempurna.

Karena
tidak sempurnanya kita, maka selalu ada manusia-manusia lain dalam
kehidupan kita.

Aku
dan cintaku tidak akan cukup sempurna untukmu,

seperti
kamu dan cintamu tidak akan cukup sempurna untukku.

Tapi
memang cinta, seperti manusia, tidak pernah butuh kesempurnaan.

RaTu.
Semarang, 4 Mei 2006.

http://docere.antiblog.com

Where Am I?

You are currently viewing the archives for May, 2006 at Docere.